Impresi awal Samurai 8: Bukan ide yang buruk

Kishimoto Masashi, pasti banyak yang udah kenal lah ya. Yap, si pembuat anime super populer—Naruto. Saking populernya di indonesia, pasti kalau lihat anime apapun di TV dikiranya Naruto.
Setelah bertahun-tahun petualangan si bocah musang, akhirnya selesai juga. Lalu di tahun 2019 kemarin, Kishimoto-sensei ngerjain judul baru yaitu Samurai 8: Hachimaruden. Berita buruknya? komik baru ini gak bisa nyamain kesuksesan pendahulunya, atau bahkan bisa dibilang gak populer sama sekali. Penjualan yang (katanya) mengecewakan, lalu diikuti rating yang biasa-biasa aja adalah bukti bahwa memang Samurai 8 ini nggak terlalu populer. Lebih buruknya lagi? komik ini udah tamat, tapi saya belum tahu pasti ini tamatnya emang beneran ceritanya selesai atau “ngapain kita capek-capek ngebuat kalau gak ada yang baca”.
Sebenarnya saya udah lama tahuSsamurai 8 ini, tapi ya lupa karena emang gak ada yang bahas di sosial media. Lalu berita tentang tamatnya komik ini keluar, dan saya baru inget bahwa dulu pengen baca ini. saya pengen baca Samurai 8 ini karena pengen lihat gimana samurai yang selalu terkait dengan jaman kuno melebur dengan dunia fiksi ilmiah dan petualangan antar galaksi. Dan saya malah tambah penasaran lagi karena tamatnya yang terkesan tiba-tiba gitu. Ohya yang saya tulis di sini berdasarkan lima chapter pertama aja, ya kan judulnya impresi awal wkwkwk.
Komik ini bercerita tentang Hachimaru yang pengen jadi samurai. Tapi bukan komik shonen kalau si karakter utama gak menderita, Hachimaru punya banyak alergi. Tubuhnya cukup lemah untuk ngebuat dia gak bisa lari, bahkan cukup lemah untuk makan makanan yang berat. Dari kecil dia cuma dirumah aja sama bapaknya dan anjingnya (atau kucing, saya gak yakin)—Hayataro. Waktu yang dia punya dihabisin buat main game “samurai-samuraian” sampai jadi top rank di galaksi.
Lalu suatu hari rumahnya “kejatuhan” samurai yang sedang ngejalanin misi. Banyak hal yang terjadi setelah kedatangan si samurai ini sampai akhirnya Hachimaru jadi samurai dengan sedikit “keberuntungan”. saya gak mau nyeritain kejadiannya karena bakal ngerusak pengalaman kalian kalau mau ngebaca komik ini (sebenarnya males aja sih nulisnya XD). Karena Hachimaru jadi samurai dengan tiba-tiba, dia pastinya gak tahu banyak tentang samurai itu sendiri. Lalu dia berlatih sama si “samurai sebenarnya” tadi, yang namanya Daruma buat melindungi galaksi yang terancam hancur.
Kesan awal saya baca komik ini yaitu ribet, gambar tiap halamannya terkesan penuh banget dan seakan teksnya nyatu sama gambarnya. Saya gak tahu sih ini cuma ada di sini aja apa komik aksi yang lain juga gini, soalnya saya jarang baca beginian. Saya biasanya baca komik yang ringan kayak Takagi-san, yang tiap halamannya bersih dan enak dipandang gambarnya. Sebenarnya itu gak selamanya buruk, saat pertarungan yang minim teks misalnya, justru detail gambar tersebut terlihat keren abis. Tapi saat percakapan yang panjang, harus diakui emang jadi gak enak bacanya.
Sentuhan fiksi ilmiah di sini terlihat solid banget, saya yakin desain karakternya memang udah dipikirin matang-matang. Walau petualangan antar galaksinya belum dilihatin di lima chapter pertama, entah kenapa kayaknya bakal bagus sih mengingat alat transportasinya bukan pesawat maupun roket, melainkan peliharaan si samurai itu sendiri.
Kalau gak familiar sama samurai saya rasa gak perlu khawatir, soalnya penjelasan tiap sesuatunya mudah banget dipahami. Mulai dari bushi, samurai dan perbedaan antara keduanya, lalu ronin, juga “sesuatu” yang bisa menyelamatkan galaksi, semuanya dijelaskan dengan jelas. Jangan khawatir juga soal istilah seperti katana ataupun “peliharaan”, karena itu juga dijelasin. Saya sendiri pun gak terlalu paham tentang samurai, dan datang kesini juga karena lebih tertarik ke fiksi ilmiahnya, tapi ya lancar-lancar aja pas baca.
Lima chapter awal memang gak mencerminkan seluruh komiknya, tapi lima chapter pertama saya rasa lebih dari cukup buat mutusin bakal lanjut baca apa udahan aja. saya di sini mutusin bakal lanjut sih soalnya masih penasaran sama yang saya tulis di atas.