Bahas Samurai 8: Sampah berlapis emas

Samurai dan fiksi ilmiah adalah dua “benda” yang sebenarnya gak ada hubungannya sama sekali. Lalu mereka berdua disatuin di Samurai 8—komik terbaru buatan Kishimoto-sensei. Terdengar menarik bukan? (setidaknya buat saya sendiri), tapi semua tergantung pada eksekusi pada akhirnya.
Komik ini ngebawa kisah Hachimaru, seseorang yang bisa dibilang kurang beruntung. Tubuh fisiknya yang penuh alergi ngebuat dia susah ngelakuin banyak hal, bahkan untuk makan. Tapi seperti kisah kepahlawanan pada biasanya, sesuatu terjadi pada Hachimaru yang ngebuat dia jadi kuat, dan pastinya memperbesar peluang buat ngelakuin apa yang dia mau.
Sebagai pengingat awal, tulisan ini udah pasti banyak spoiler. Bukan berarti saya mau bahas semuanya secara detail, tapi saya pengen aja nulis apapun di sini tanpa batasan. Kalau misal kalian pengen yang bersih, bisa baca impresi awal saya dulu tentang komik ini, tapi kalau kalian gak peduli, ya dilanjut aja.
Di babak awal komik ini, diceritain bahwa Hachimaru udah males banget di rumah dan pengen keluar, walaupun sebenarnya dia gak kesepian juga karena ada bapaknya dan Hayataro si peliharaannya. Tapi untuk seseorang yang dari kecil gak bisa kemana-mana, tentunya pengen dong ngelihat dunia luar itu kayak apa. Suatu saat Hayataro ngebawa pulang sesuatu yang ternyata itu Daruma si samurai yang lagi “mode tidur”, dan tepat setelah itu rumahnya diserang para penjahat yang sedang ngebawa bapaknya. Hachimaru lalu ngelakuin ritual buat jadi samurai (yang sebenarnya bisa ngebikin dia mati) buat “ditukar” sama bapaknya. Ajaibnya Hachimaru bisa jadi samurai dan langsung ngehajar mereka.
Karena udah bisa ngapain aja, Hachimaru milih pergi dari rumahnya dan berguru sama Daruma, bukan pilihan yang gampang tentu aja. Pelan tapi pasti, Hachimaru bertemu sama banyak hal, seperti putri “pasangannya”, pertempuran dengan penjahat yang emang super jahat, kematian bapaknya, dan mengetahui fakta bahwa dia (dan para saudaranya) adalah makhluk buatan dari lab. Kemudian Hachimaru, Hayataro, Daruma dan Ann si putri pergi dari planet tempat tinggal tokoh utama buat nyari “teman” lagi dan siap-siap buat ngalahin Ata—penjahat yang kabur saat pertarungan sebelumnya.
Sejujurnya saya suka sama bagian awal komik ini, unsur fiksi ilmiahnya lumayan kerasa, seperti samurai itu bukan “manusia”. Dan itu bukan cuma tampilannya aja, tapi tingkah lakunya juga kerasa kalau itu bukan makhluk hidup. Lalu alih-alih pakai pedang tradisional pada umumnya, para samurai makai “jiwa” mereka buat jadi senjata yang gak sebatas pedang aja. Walau kemana-mana masih bawa pedang tradisional juga.
Yang menurut saya kurang yaitu ribet aja sih. Kemarin di tulisan impresi awal, saya nulis kalau visualnya kayak penuh gitu dan kerasa gak enak dilihat. Tapi semakin jauh ngebaca, saya semakin ngerasa kalau penyampaian ceritanya juga gak kalah ribet. Rasanya kayak baru ngunyah makanan udah dijejelin lagi. Memang penjelasan tiap elemennya lumayan jelas, tapi kayak tiap chapter ada aja yang baru, baca chapter selanjutanya eh ada lagi yang baru, dan itu rasanya gak enak.

Di bagian pertengahan komik ini, Hachimaru dan yang lain mulai berpetualang buat nyari teman dan informasi yang lain. Di bagian ini lumayan banyak kejadian yang terjadi, misalnya pertemuan mereka dengan Kotsuga (atau Sanda) dan Ryu, mereka juga ikut turnamen battle royale dan ketemu sama “polisi” samurai yang sedang nyari seseorang. Kemudian mereka tahu bahwa turnamen itu cuma tipu-tipu dan si pembuat ternyata juga buronan polisi tadi.
Karena ketahuan itu cuma palsu, si pembuat milih ngebom planet tempat turnamen dilaksanain. Lalu mereka semua (tim Hachimaru, polisi dan sebagian peserta) nyoba gagalin peluncuran bom itu dan berhasil. Di bagian ini juga diperlihatkan masa lalu Ann yang kelam, dan masa lalu Jotsuga yang gak kalah kelam. Mereka berdua kehilangan sesuatu yang sangat berharga, seperti halnya Hachimaru.
Menurut saya, di bagian tengah ini udah keliatan konsisten, mulai dari alur, penyampaian cerita tiap karakter, dan hal-hal kecil kayak bentuk senjata para samurai. Selain itu, hubungan Hachimaru dengan teman-temannya juga udah semakin baik, yang ngebuat kelihatan kalau itu memang sebuah tim. Walau tetap aja masih banyak hal baru yang muncul, kayak bentuk asli Daruma, sistem sekolah di dunia komik ini dan desain pakaian luar angkasa para non-samurai (yang menurut saya bagus banget), ya setidaknya lebih sedikit lah dari bagian awal-awal.
Adegan pertarungan di bagian ini juga kelihatan mantep, dari pertarungan di planet tempat turnamen, sampai pertarungan di luar angkasa saat gagalin misi pengeboman yang kelihatan “fiksi ilmiah” banget. Memang, durasi tiap pertarungannya gak terlalu lama dan cenderung sebentar, tapi buat saya yang jarang baca komik aksi, ini udah oke banget.

Di babak akhir komik ini, tim Hachimaru ketemu sama Hanaichi (dan timnya), yang ternyata adalah musuh Daruma di masa lalu. Tapi saat Hanaichi ngomong kalau misi dia juga nyegah ata, Daruma jadi santai dan milih kerja sama dengan Hanaichi. Ohya, di sini juga diceritain proses “download” teknik oleh Hachimaru yang berakhir ketemu “tuhan” dunia komik ini. Saat mereka semua lagi tukar informasi, tiba-tiba Ata malah datang dengan kondisi siap tempur. Daruma dan Hanaichi nyoba ngeladenin si Ata, tapi malah berakhir “diterbangin” ke dimensi lain.
Hachimaru, Ann sama Hayataro lalu dibawa ke kapal Ata dan dihajar habis-habisan sama si penjahat utama tersebut. Hachimaru lalu ditolong sama Nanashi (temannya saat bagian awal-awal) yang entah datang dari mana. Gak cuma nolong, Nanashi juga nyemangatin Hachimaru dan ngebikin dia sadar sesuatu. Lalu Hachimaru milih melebur, menyatu dengan dunianya dan jadi “tuhan” buat bisa ngalahin Ata.
Cerita penutup yang ngebuat saya sadar kalau komik ini emang “dibunuh”. Semua hal ribet yang susah payah dibangun di bagian awal dan tengah kayak gak guna, misalnya pandora dan mandala box yang di awal kelihatan super sulit digapai, tapi diakhir cuma “ha? gitu aja?”. Contoh lain, Hachimaru yang dari awal adalah samurai, berlatih teknik samurai, dan berperilaku samurai banget, di akhir malah “lo? kok jadi gini?”.
Yang aneh menurut saya yaitu Nanashi datang dari mana, kok bisa tau Hachimaru ada disitu dan lagi kesusahan, yang lebih aneh lagi yaitu Nanashi kok jadi samurai. Gimana ya, aneh aja gitu, soalnya sejak Hachimaru ninggalin planetnya, “Nanashi” gak pernah diceritain lagi, lalu tiba-tiba datang dan jadi penyelamat. Yang gak kalah aneh yaitu keputusan Hachimaru buat jadi “tuhan”. Memang, di awal Hachimaru bilang kalo pengen jadi “bintang jatuh”, tapi ya gak gitu harusnya.
Tapi, sebuah bagian yang terlihat buruk belum tentu buruk semua, saya lumayan suka sama status para samurai yang kayak game RPG, ada strength, intelligence, speed dan lainnya. Selain itu, sistem skill tree samurai juga RPG banget dan kerasa familiar.
Kalau menurut saya sendiri, rencana cerita komik ini kayaknya bakal panjang. Perkenalan elemen di awal yang pelan-pelan, kemudian kesimpulan cerita yang (mungkin aja) dibuat pelan-pelan juga. Tapi ya bakal beda cerita kalau komiknya gak laku kayak gini, gak mungkin juga nahan sesuatu yang gak layak. Mungkin aja si penulis gak masalah kalau yang baca sedikit, tapi kan si penerbit gak gitu pikirannya.
Membuat sesuatu yang benar-benar baru tanpa terkait dengan apa yang dicintai para fans selama bertahun-tahun tentu gak mudah sama sekali, apalagi dengan ngegandeng orang baru. Buat saya yang dari awal cuma pengen lihat bagaimana konsep samurai dan fiksi ilmiah kalau menyatu, saya gak terlalu kecewa. Memang benar, ini bukan sebuah cerita yang bagus, tapi yang saya cari ada di sini dan saya lumayan puas. Buat kalian yang pengen baca komik dengan alur dan penyampaian cerita yang enak, mending cari yang lain aja.
Like a very, very long shooting star…
…holding the wishes of every soul in the galaxy.