Tahunnya region Chinese Taipei

Beberapa hari yang lalu Arena of Valor International Championship (AIC) udah masuk final, dan udah keluar juaranya. Dan coba tebak? “Kutukan” region Thailand tetep melekat dengan kuat, bahkan sang juaranya pun sudah gugur di perempat final. Tetapi berbeda dengan Thailand, region Chinese Taipei—yang di tahun 2019 gak dapet gelar internasional satu pun—tahun ini mereka luar biasa banget.
Flash Wolves yang secara tidak terduga bisa juara Arena of Valor Premier League, lalu disusul sama MAD Team yang bisa ngambil AIC. Dengan dua gelar internasional tersebut yang jatuh ke tangan region Chinese Taipei, itu adalah bukti bahwa mereka luar biasa banget di tahun 2020.
Terutama untuk MAD Team, mereka dapet dua juara, liga lokal mereka, dan tentu saja AIC 2020. Buat saya yang jagoin mereka, bahkan dari saat masih di J Team, ya saya seneng banget bisa ngeliat mereka kembali bangkit setelah terpuruk di turnamen-turnamen sebelumnya. Walau memang, ada satu hal yang menyedihkan juga, karena rumornya AIC 2020 adalah laga kompetitif terakhir bagi Yuzon—Dark Slayer Laner dari MAD, tapi ya udah lah ya.
Fase grup MAD sebenarnya gak terlalu mulus, dan bahkan mereka masuk grup nereka. Flash Wolves, Saigon Phantom, Talon Esport, dan ditambah Team Flash sang juara bertahan, kurang nereka apa coba? Tapi MAD berhasil keluar sebagai peringkat tiga.
Lanjut ke perempat final, mereka bisa dibilang menang mudah atas All Combo, 3-1 untuk MAD. Semi final, pertandingan yang sulit banget ngelawan Team Flash, “pertandingan ulang” dari final AIC 2019, dan sayang 4-3 untuk Team Flash. Ya, untung saja AIC tahun ini ada sistem lower bracket, jadi ya kalau kalah gak langsung pulang.
Perjalanan MAD di lower bracket di mulai dengan lawan Box Gaming, sempat ada drama sedikit saat pertandingan, tapi pada akhirnya MAD menang dengan skor 4-2. Kemudian MAD menang lagi 4-2 lawan Buriram United, dan ngebuat semua wakil Thailand dipastikan gugur.
Dan di lower bracket final, MAD ketemu lagi sama Team Flash, ya kayaknya emang sudah takdir wkwkwk. Tapi berbeda dengan pertandingan mereka saat upper bracket, di sini MAD menang dengan pertandingan yang gak kalah sengit. Pertandingan yang bagi saya pribadi, adalah yang terbaik sepanjang AIC 2020, 4-3 berhasil dibawa MAD Team.
Final, MAD ketemu lagi sama Saigon Phantom, dan saya sedikit kecewa karena memang pertandingannya gak terlalu seru kalau dibandingkan sama Team Flash, tapi hey, MAD Team juara dengan skor 4-2. Juara bro, juara, bodo amat seru apa kagak, saya tetep seneng banget liat jagoan bisa angkat piala lagi.
Selamat, dua piala tahun ini udah sangat luar biasa, dan saya masih penasaran siapa yang bakal gantiin Yuzon. Kalau ditanya siapa yang cocok buat ganti Yuzon menurut saya, saya milih Tura, ya memang hampir mustahil, tapi gak ada salahnya berharap.
Sekali lagi selamat buat MAD Team, dan selamat tahun baru buat kita semua, moga saja di tahun yang baru, pandemi sialan ini akan segera berakhir.