Episode pertama Mushoku Tensei

Selain season ketiga Log Horizon, ada “isekai” lain yang sepertinya menarik buat banyak orang, ya, Mushoku Tensei. Gak terkecuali saya yang sebenarnya udah bosen sama isekai yang baru-baru. Tapi, karena Mushoku Tensei ini gak bisa dibilang isekai baru, dan katanya dulu cukup populer, saya juga mau ikut nyoba nonton.
Kenapa katanya? Jujur aja saya gak terlalu ngikutin novel Jepang, jadi ya gak terlalu tahu apa cerita ini beneran populer apa tidak. Awalnya pun, saya juga ngira Mushoku Tensei ini juga isekai “baru”, tapi setelah saya liat-liat di internet, memang kelihatannya sudah cukup lama.
Karena ini cerita lama, saya gak berharap ada sesuatu yang baru, dan bahkan saya gak berharap apa pun sebenarnya. Tapi hasilnya? Luar biasa kalau menurut saya, ya setidaknya untuk episode pertama ini.
Ceritanya dimulai kayak isekai seperti biasa, si tokoh utama mati, dan seceara ajaib terlahir kembali ke dunia lain. Yap, terlahir kembali jadi bayi, dan dengan semua ingatan juga pengetahuan yang masih utuh dari kehidupan sebelumnya. Karena itu semua, si bayi ini jadi tai banget, bisa pakai sihir saat masih kecil banget, belajar apapun dengan cepet banget, dan bisa ngelakuin ehemm hemm. Tai banget pokoknya.
Plot awal yang sebenarnya biasa aja menurut saya, tetapi ada beberapa hal yang membuatnya menjadi satu episode yang luar biasa di mata saya. Pengenalan dunia yang baik, presentasi visual dan audio yang mantep, juga humor ringan yang cukup pas.
Pengenalan segala sesuatu di Mushoku Tensei ini lumayan baik menurut saya, hampir semuanya dijelaskan dengan jelas, dan tanpa ribet-ribet apa pun. Karakter, latar, dan “kenapa-mengapa”, semuanya bisa mudah dipahami. Visual anime ini juga mantep banget, gambarnya enak dipandang, juga animasinya lumayan rapi untuk anime yang bukan “film”. Ditambah lagi audionya juga mantap, suara karakternya, BGM-nya, juga efek suara “sihirnya,” enaklah dengerinnya.
Takaran lawak di cerita ini juga lumayan pas, gak terlalu berlebihan, dan gak terlalu receh. Humor “remajanya” pun juga tahu tempat, gak asal tempel, jadi buat seseorang yang gak terlalu suka yang seperti itu pun, harusnya gak terlalu mengganggu sih. Dan buat yang suka lawak kayak gitu, ya silahkan dinikmatin “itunya.”
Kekurangannya? saya gak tahu, entah memang gak ada, atau saya-nya yang kelewat, saya beneran gak tahu. Saya terlalu menikmati apa yang disajikan di Mushoku Tensei episode pertama ini, seakan ikut tersihir, seperti bunga milik Zenith yang kembali segar.
Satu episode yang luar biasa menurut saya, ya, luar biasa.